Viral Kisah Melisa di Twitter, Diduga Penggemar BTS yang Bunuh Diri akibat Ayahnya

Posted on

Ini hari sosial media digemparkan dengan seorang gadis remaja yang disebut seorang Army (Fans BTS) yang diberitakan wafat. Remaja itu namanya Melisa berumur 16 tahun, diketahui datang dari Turki. Tagar Melisa jadi viral dengan #Restinpeace di situs sosial media Twitter.

Melisa diberitakan akhiri hidupnya pada 5 September 2020 tempo hari, sebab mempunyai persoalan keluarga khususnya dengan si ayah. Sebelum akhiri hidupnya Melisa serta membuat suatu upload di situs Twitter pribadinya menumpahkan semua kegelisahan yang dirasanya. Diambil Pikiran-Rakyat.com dari beberapa sumber, berikut fakta-fakta tentang Melisa.

  • Melisa Disangka adalah Fans BTS yang Akhiri Hidupnya.

Satu tagar tampil di situs viral Twitter,#Melisa dengan #Restinpeace.

Diberitakan bila Melisa adalah salah satunya fans group boyband asal Korea, BTS yang sudah akhiri hidupnya.

Berita itu diketahui dari satu ungahan-unggahan oleh Melisa sebelum akhiri hidupnya yang diberikan oleh beberapa pemakai Twitter yang lain yang disebut seorang Army.

Melisa adalah fans Suga salah satunya personel BTS, hal tersebut diketahui dari unggahan-unggahannya di Twitter, berkaitan biasnya.

  • Papar Jalinan yang Tidak Baik dengan Si Ayah

Sebelum akhiri hidupnya, Melisa pernah seringkali mengupload tulisan tentang hubungan dengan si ayah. Dalam satu upload Melisa mengutarakan bila si ayah seringkali memberi kekerasan dengan cara verbal padanya.

“Ia tetap mengumpat padaku, terus-terusan mempermalukanku, membenciku, menyuruhku mati atau mengatakan ia akan membunuhku,” katanya, diambil Pikiran-Rakyat.com dari di account Twitter kepunyaannya @onabunagecityok, yang diupload pada 5 September 2020.

Serta dia mengutarakan bila si ayah seringkali mengatakan untuk wanita murahan.

Tidak cuma kekerasan dengan cara verbal, Melisa mengutarakan bila si ayah suka juga menamparnya sampai membuat bibirnya lebam.

  • Si Ayah Tidak Senang Bila Melisa Menyenangi Kpop

Dalam salah satunya uploadnya, Melisa mengutarakan bila si Ayah seringkali memberikan ancaman dianya akan menyobek poster-poster BTS kepunyaannya.

Tetapi, dia putuskan untuk menyobek sendiri poster-poster kepunyaannya sebelum pada akhirnya putuskan untuk akhiri hidupnya.

“Mari kita butuhkan malam paling akhir kita, Yoongo. Hari inilah memberikan ancaman akan menyobek poster saya, serta saya menyobek semua poster saya hingga ia tidak mempunyai kartu truf,” tulisnya.

  • Ciutan Paling akhir untuk Suga BTS

Jadi fans BTS, Melisa menyenangi Suga salah satunya personel dari boyband Korea itu. 

Dalam upload terakhir kalinya untuk Suga, Melisa menjelaskan dia menyayangi biasnya dan meminta maaf sebab tidak dapat mengganti apakah yang berlangsung pada dianya.

“Saya sayang kamu, untungnya kita tidak pernah berjumpa serta tidak pernah berjumpa denganmu. Saya tidak mau kamu mengenali seorang seperti saya, maaf jadi orang semacam itu, saya telah coba tapi saya tidak bisa melakukan perbaikan. Maaf,” katanya.

  • Meninggalkan Pesan Paling akhir di Twitter

Dalam satu upload di Twitter Melisa tuliskan bila dia akan ke balkon untuk nikmati udara fresh untuk terakhirnya.

Serta akui bila ingin mengisap 5 tangkai rokok paling akhir.

“Tuhan, tolong membuka tanganmu bagiku sekali, saya akan tiba serta menangis,” tuturnya.

  • Melisa Disangka Bunuh Diri Pakai Pistol

Sebelum upload terakhir kalinya, Melisa mengutarakan bila si ayah bukan seorang perokok.

Dia akui sudah memperoleh satu paket dua bulan kemarin, serta menjelaskan bila semua sudah usai.

“Saya menarik pelatuknya,” catat Melisa dalam upload terakhir kalinya di Twitter.

  • Ramai Suport Untuk Melisa

Berita kematian Melisa mendapatkan perhatian dari beberapa orang, terutamanya sama-sama fans BTS.

Satu tagar jadi viral di Twitter, #Melisa banyak telah beredar di sosial media.

Serta beberapa orang tuntut untuk masalah itu dilacak, serta sayangkan kematian Melisa harus berlangsung tanpa ada orang yang ketahui ceritanya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *