AS Bergolak Lagi Akibat Kasus Breonna Taylor, WNI Aman

Posted on

Tindakan demonstrasi serta kekacauan pecah di beberapa kota di beberapa wilayah di Amerika Serikat, yang dipacu ketetapan jaksa pada polisi yang tembak mati seorang wanita kulit hitam, Breonna Taylor. Demonstrasi itu berlangsung di Louisville, New York, Chicago, Boston, Washington, Philadelphia, sampai Los Angeles pada Rabu (23/9). Beberapa aktivis simpatisan kulit hitam turun ke jalan menampik proses hukum itu. 

Pedemo tuntut keadilan atas kematian Breonna Taylor yang meninggal di tangan polisi.

Melalui pesan singkat ke CNNIndonesia.com, Kamis (24/9), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, menjelaskan pada umumnya situasi masyarakat negara Indonesia di AS ada pada kondisi baik.

“Pada umumnya baik,” kata Faizasyah.

Seperti dikutip CNN, Demo menjadi kacau sesudah jaksa penuntut mengatakan dua polisi yang tembak Breonna Taylor dipastikan tidak bersalah. Ke-2 petugas dipastikan sudah dibetulkan memakai kekerasan membuat perlindungan diri, sesudah terjebak baku tembak dengan pacar Taylor.

Salah satu tuduhan dikenai ke seorang petugas polisi, Brett Hankison. Ia dikenakan tiga tuduhan mencelakakan dengan cara asal-asalan sebab tembak ke rumah di samping rumah Taylor, dimana ada orang didalamnya.

Unit Penyelidikan Federal (FBI) masih menyelidik kekuatan pelanggaran hukum federal berkenaan dengan penggerebekan di dalam rumah Taylor pada 13 Maret.

Taylor ialah seorang teknisi di ruangan genting. Ia meninggal karena terjerat dalam baku tembak, sesudah tiga polisi kenakan pakaian bebas tampil di depan pintunya pada larut malam untuk jalankan surat perintah pemeriksaan.

Kekasih Taylor, Kenneth Walker, yang waktu peristiwa ada dalam tempat tidur dengannya, lalu ambil pistol serta terjebak baku tembak dengan petugas. Ia menduga jika petugas polisi itu ialah penjahat.

Petugas polisi yang waktu itu tidak aktifkan camera badan, tembak Taylor seringkali. Seorang sersan polisi ikut terluka dalam peristiwa itu.

Ketetapan hukum itu menyebabkan tindakan demonstrasi di beberapa wilayah di AS. Di Portland, Oregon, demonstrasi terus berjalan walau masuk larut malam di. Beberapa demonstran masih berdemo di jalanan, walau polisi menekan mereka membuyarkan diri.

Awalnya polisi sudah mengatakan jika massa yang terhimpun dalam tindakan itu menyalahi hukum sebab tindakan demonstrasi itu ilegal.

Sedang di Seattle, Washington, beberapa demonstran mulai bentrokan dengan aparat penegak hukum ditempat.

“Beberapa demonstran sekarang ini lemparkan botol kaca ke petugas di Jalan 11/Pine,” cuit Kepolisian Seattle lewat Twitter.

Polisi memberikan tambahan jika mereka sudah tembakkan semprotan merica sesudah demonstran menghancurkan kamera sekuriti di East Precinct, serta 8 orang sudah diamankan.

Sedang di teritori Pantai Barat, demonstran masih ada di jalan melalui larut malam.

Mereka memadati pusat kota Los Angeles, California, dimana beberapa pengunjuk rasa memblok kendaraan polisi.

Sedang di San Diego, California, anggota kepolisian minta beberapa ratus demonstran untuk membuyarkan diri dari pusat kota. Polisi memberitahukan tindakan itu untuk keramaian yang tidak resmi.

“Menyikapi aksi kekerasan serta vandalisme, tindakan protes di muka gedung Tempat SDPD (1401 Broadway) saat ini sudah dipastikan untuk tatap muka yang menyalahi hukum,” catat Kepolisian San Diego dalam satu pengakuan.

Polisi mengatakan beberapa pengunjuk rasa bisa diamankan bila mereka tidak membuyarkan diri.

(ans/ayp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *